Keluarga memiliki peran besar dalam membentuk budaya makan seseorang. Kebiasaan makan bersama di rumah mengajarkan nilai kebersamaan dan keteraturan. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan setiap hari. Jika keluarga terbiasa menyajikan makanan seimbang, kebiasaan ini akan menjadi bagian dari rutinitas mereka. Dengan demikian, lingkungan rumah menjadi tempat utama pembentukan pola makan.
Lingkungan sekitar juga memengaruhi kebiasaan makan seseorang. Misalnya, teman, sekolah, atau tempat kerja dapat membentuk cara seseorang memilih makanan. Lingkungan yang mendukung pola makan seimbang memudahkan seseorang mempertahankan kebiasaan positif. Sebaliknya, lingkungan yang kurang mendukung dapat membuat pola makan menjadi tidak teratur. Oleh karena itu, penting menciptakan lingkungan yang mendorong pilihan makanan yang lebih baik.
Selain itu, keluarga dapat memberikan contoh dalam mengatur waktu makan dan memilih bahan makanan. Dengan melibatkan semua anggota keluarga dalam proses menyiapkan makanan, kebiasaan makan sehat menjadi lebih menarik. Kebersamaan ini memperkuat nilai budaya makan yang positif. Lingkungan yang suportif membantu membentuk kebiasaan yang dapat bertahan lama. Dengan cara ini, keluarga dan lingkungan menjadi faktor penting dalam budaya makan sehari-hari.
